dominoqq – Pelaku judi baik secara online maupun offline menjadi sangat tegas sanksi dan hukumannya yakni dosa dan pidana. Semua agama sangat menentang perilaku judi karena dianggap membawa kesengsaraan dan memang benar demikian adanya. Judi adalah mempertaruhkan sebuah objek dengan jaminan tertentu yang kemudian diadu oleh satu atau banyak orang, dalam permainannya menjadikan pelaku judi mengadu nasib tanpa berpikir untuk bekerja keras. Judi yang terkenal di masa lalu seperti sabung ayam yang masih saja berlaku hingga saat ini, ada pula judi nomor atau kita sebut dengan togel. Sedangkan, judi dominoqq secara modern lebih cenderung dimainkan secara virtual atau online.

Hukuman tegas pelaku judi terbagi menjadi dua aspek yaitu hukum judi online menurut Islam dan aspek negara.

Hukuman Judi Menurut Aspek Agama

Dalam agama Islam, hukuman yang tegas bagi seorang pemain judi adalah larangan. Larangan ini dipertegas dalam pendapat ulama yang terangkum dalam satu hadis. Hukuman had ini artinya hukuman yang tidak terbatas dengan waktu tinggi atau rendah, tidak bisa dihapuskan.

Sedangkan hukuman kedua penjudi adalah dosa. Dosa adalah hukuman abadi yang terlanjur melekat pada diri seseorang karena kesalahannya dan berimbas pada siksa neraka. Kendati pelaku sudah taubat namun bisa diringankan dengan dia menutupi dengan amal ibadah yang besar. Allah SWT maha pengampun untuk umatnya yang benar-benar meminta ampunan. Dosa judi yang dia pernah lakukan akan terus tercatat sebagai amal buruk dunia dan akan di hisap di akhirat kelak. Jika timbangan dosa lebih berat maka dia disempatkan mampir ke neraka terlebih dahulu sebelum ke surga.

Apabila seseorang telah mengalami proses judi dan zina maka hukuman yang diderita juga semakin berat, dalam Al-Qur’an seorang penjudi yang melakukan zina akan dirajam, diasingkan atau didera. Judi melibatkan banyak sekali kemaksiatan semakin banyak maksiat yang Anda lakukan maka dosa yang diderita akan semakin banyak.

Hukuman aspek agama ini terkesan lemah karena berhubungan dengan pribadi seseorang kepada tuhannya, namun sejatinya hukuman ini lebih kekal. Berbeda dengan hukuman negara yang perlu adanya bukti, saksi dan pelaporan dari berbagai pihak agar pelaku jera. Hukuman agama cenderung sebab akibat artinya jika di masa lalu pelaku judi masih melakukan maksiat dan enggan untuk bertaubat maka di masa depan hidupnya akan sengsara, dialami oleh dirinya sendiri bukan orang lain. Melihat hal ini, sebaiknya judi jangan sampai masuk ke dalam nurani kita karena hukumannya jauh lebih berat daripada hukuman negara.

Hukuman Judi Menurut Aspek Negara 

Menurut kitab undang-undang hukum pidana pasal 303:

  • Siapa saja baik muda atau tua melakukan judi akan diancam kurungan selama 4 tahun atau denda sebanyak 10 juta rupiah. Dalam hal ini, perlu adanya ketelitian karena penonton tanpa bermain judi akan dianggap sebagai pelaku judi. Tidak semua penonton paham dengan apa yang penjudi lakukan karena mereka hanya sekedar ingin tahu saja.
  • Pelaku judi dikelola oleh minimal dua orang dan masing-masing sadar dengan apa yang dilakukan.
  • Apabila pelaku judi memberikan peluang usaha kepada orang lain (bandar) maka diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda sebanyak dua puluh lima juta rupiah.

Hukuman Adat 

Indonesia masih menganut hukuman adat yang cukup kental dengan dasar agama, misalnya saja adat untuk mereka yang berjudi sabung ayam dan ketahuan akan disuruh untuk memberikan makan fakir miskin sebanyak porsi tertentu, dihukum kurungan mandiri dengan jatah makan sehari sekali. Ada pula yang menerapkan sistem denda kepada mereka yang berjudi kemudian uangnya disetorkan ke pemerintah daerah sebagai ganti hukuman negara yang berat.

Mungkin agak susah jika judi online ini didisiplinkan karena masing-masing individu yang menjalankan dan tidak mengganggu orang lain. Akan tetapi, dampaknya akan dirasakan orang terdekat, dan bisa dilaporkan dengan bukti yang riil. Agama Islam telah melarang dan memberikan sanksi tegas berupa dosa bagi pemain judi online. Perlunya pengendalian diri tegas dan iman yang kuat agar terhindar dari maksiat judi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *